Gaya Hidup
Bagikan berita :
Minggu, 21 Agustus 2016 - 13:14:47 | fajar-risdiyanta / Sorot Gunungkidul

Galau Curhat Remaja di Dunia Maya, Bagaimana Secara Kejiwaan ?

Galau Curhat Remaja di Dunia Maya, Bagaimana Secara Kejiwaan ?
Space Iklan
Illustrasi / google

Wonosari,(sorotgunungkidul.com)--Tak dapat dipungkiri perkembangan kemajuan teknologi saat ini memang sangat pesat. Teknologi telah mempengaruhi kehidupan masyarakat dan lingkungan sekelilingnya. Tak heran, dengan adanya hal ini, maka trend maupun gaya hidup masyarakat kerapkali berubah seiring dengan perkembangan global yang ada.

Seperti Media Sosial (Medsos) yang saat ini digandrungi oleh berbagai kalangan, tak hanya kaum muda, orang tua pun terkadang tak ingin kalah dan selalu eksis di jagat dunia maya. Namun apakah jadinya jika medsos yang notabene merupakan konsumsi publik dihiasi dengan curahan hati pribadi ataupun terkadang pula dijadikan ajang menjelek-jelekan orang lain. Hal inilah yang kemudian seringkali menjadi penyebab perselisihan dan bahkan tak jarang sampai ke ranah hukum.


Dijelaskan oleh Psikolog sekaligus Ahli Kejiwaan RSUD Wonosari dr.Ida Rochmawati, Sp.KJ, bahwa kondisi jaman sekarang yang sudah berubah teknologi telah memberi ruang untuk mengekspresikan apa saja, namun demikian tepat atau tidaknya ekspresi di dunia maya khususnya medsos memang itu sangat relatif dan berbeda antara individu satu dengan individu yang lainnya.

"Tergantung cara kita memanfaatkannya, seperti contoh bagi remaja bila curhat di dunia maya memang ada positifnya tetapi kadangkala juga ada negatifnya pula," ujar Ida ketika dihubungi sorotgunungkidul.com, Minggu (21/08/2016).

Dia menambahkan, kalau tujuan curhatan di dunia maya seperti medsos untuk memberikan inspirasi dan motivasi kepada orang lain tentu tidak akan menjadikan masalah dan justru malah berdampak positif. Namun jika curhatan tersebut isinya berdampak pada penggiringan opini atau bullying kepada seseorang tentu sangatlah tidak etis bahkan hal tersebut bisa berdampak negatif.

"Curhat di dunia maya merupakan cerminan pergeseran nilai nilai hubungan interpersonal, jadi alangkah baiknya sesuatu yang sifatnya pribadi dibicarakan secara pribadi pula dan bukan dibicarakan di ranah publik," pungkasnya.

Berita Terkait :


dava3.jpg
HOT NEWS
meloncell.jpg
rahma jaya.jpg