Sosial
Bagikan berita :
Minggu, 23 Oktober 2016 - 08:36:13 | fajar-risdiyanta / Sorot Gunungkidul

Soal Segel Ambulance, RSUD Akhirnya "Ngaku"

Soal Segel Ambulance, RSUD  Akhirnya "Ngaku"
Space Iklan
foto dok sorot

Wonosari,(sorotgunungkidul.com)--Aksi penyegelan 2 Ambulance RSUD Wonosari pada hari Kamis (22/10/2016) lalu di halaman depan IGD oleh 2 warga yakni Endro Guntoro dan Rino Caroko, membuat pihak RSUD langsung melakukan penelusuran. Setelah melakukan pengecekan pihak RSUD membenarkan adanya pasien yang dimaksud oleh pelaku aksi.

Dijelaskan oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Aris Suryanto bahwa, pasien bernama Edi Subroto warga Karang Ijo Kulon, Ponjong, Kecamatan Ponjong memang pernah dirawat di RSUD Wonosari. Pasien tersebut masuk dan dirawat mulai tanggal 9 sampai 18 September 2016, di kelas 3 kamar Mawar no 21 dan tercatat sebagai pasien umum dengan metode membayar tunai non jaminan.

"Kepada petugas keluarga menyampaikan bahwa pasien mempunyai Jamkesta DIY dengan masa berlaku sampai dengan 31 Desember 2016,"papar Aris, Minggu (23/10/2016).

Ditambahkan Aris, agar mendapatkan surat penjaminan pihak keluarga diminta untuk segera mengurus persyaratan jaminan ke Jamkesos DIY. Karena sesuai ketentuan yang berlaku penyerahan kelengkapan syarat jaminan kesehatan bagi pasien yang dirawat di RSUD Wonosari diserahkan maksimal 3 x 24 jam, Namun sampai sampai tanggal 18 Oktober 2016 waktu pasien dirujuk ke RSUP DR Sarjito pasien belum mengurus persyaratan tersebut.

"Pasien hanya mengeluarkan surat keterangan tidak mampu melalui Pemerintah Desa Ponjong, surat tersebut tidak berlaku bagi sebagai penjaminan kesehatan, sehingga hak pasien sebagai pemegang Jamkesta DIY tak bisa digunakan,"imbuh dia.

Lanjutnya, karena tidak mampu membayar tagihan RSUD sejumlah Rp 4.781.215, akhirnya pihak RSUD meminta jaminan berupa KTP, SIM dan surat lainnya asli, namun pihak keluarga hanya memberikan jaminan berupa STNK. Pasien meninggal sebelum rujukan dilakukan sehingga dibawa pulang oleh pihak keluarga tetapi tidak menggunakan fasilitas Ambulance milik RSUD Wonosari.

"Jadi berdasarkan kronologis tersebut, tidak benar bahwa pasien meninggal masalah keterlambatan dan biaya Ambulance, karena pasien belum menggunakan fasilitas Ambulance,"kelit Aris.

Berita Terkait :


dava3.jpg
HOT NEWS
meloncell.jpg
rahma jaya.jpg