Peristiwa
Kamis, 21 Maret 2013 - 16:17:45 | basuki-sutikto / Sorot Gunungkidul

BANTUAN MODAL CALON PENERIMA KAPAL HIBAH 30 GT BELUM DITENTUKAN
BANTUAN MODAL CALON PENERIMA KAPAL HIBAH 30 GT BELUM DITENTUKAN
Space Iklan Tanah Dijual Space Iklan
Sorot Gunungkidul

Wonosari (sorotgunungkidul.com)—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi DIY , belum menentukan model bantuan permodalan untuk nelayan calon penerima kapal hibah 30 GT (gross ton) dari Kementrian dan Kelautan.  Akhir tahun ini  nelayan Gunungkidul kembali akan menerima dua buah kapal hibah yang akan diperuntukkan bagi dua kelompok usaha bersama (KUB) nelayan di Sadeng. 

“Terkait  permodalan, ini menjadi  kebijakan pimpinan (DKP provinsi-red).  Apa kapal ini dibangun oleh pemerintah pusat, lalu provinsi membantu permodalan untuk nelayan, mungkin bisa jadi seperti itu.  Perlu ada tambahan modal untuk nelayan. Tambahan modal ini bisa saja berupa pinjaman lunak dari provinsi.  Tapi sampai saat ini saya belum tahu, itu kebijakan provinsi,” jelas Bahari S.Pi, Kepala Bidang Produksi DKP Gunungkidul, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (21/3/2013).

Bantuan permodalan ini  bertujuan untuk membantu nelayan agar tidak  terkendala biaya dalam mengoperasionalkan kapal. Pasalnya, sekali melaut kapal berbobot 30 GT membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit, berkisar  Rp 20 juta. Biaya operasional itu sebagian besar tersedot untuk memenuhi kebutuhan solar

Dijelaskan, kapal hibah ini tidak bisa diserahkan langsung begitu saja kepada nelayan. Pengalaman sebelumnya,  selain diperlukan tambahan modal diperlukan juga peningkatkan sumber daya manusia  ABK (awak badan kapal).

“Nelayan kan biasanya belum familier dengan kapal berbobot 30 GT. Maka dari itu perlu ada peningkatan sumber daya manusianya.  Seperti pada waktu 2012 lalu,  nelayan harus mendatangkan nelayan luar daerah untuk membantu mengoperasionalkan kapal 30 GT,” jelasnya.

Mengantisipasi agar kapal hibah benar-benar sesuai dengan kebutuhan nelayan, dalam proses pembangunannya pun melibatkan nelayan.  Bentuk kapal hibah akan dibangun sesuai dengan apa yang dibutuhkan nelayan. Untuk itu pihak DKP provinsi  telah menyediakan konsultan kapal, agar model kapal yang dibutuhkan nelayan bisa terpenuhi.

Berita Terkait :


dava3.jpgmeloncell.jpg
HOT NEWS
rahma jaya.jpggoacerme.jpg