Hukum & Kriminal
Bagikan berita :
Rabu, 23 November 2016 - 16:58:11 | renna-anggabenta / Sorot Gunungkidul

Tersandung Kasus Pencabulan, Oknum Kepala Sekolah Resmi Jadi Tersangka

Tersandung Kasus Pencabulan, Oknum Kepala Sekolah Resmi Jadi Tersangka
Space Iklan
Ilustrasi by net

Wonosari,(sorotgunungkidul.com)--Proses hukum terhadap dugaan kasus pencabulan yang melibatkan D, oknum Kepala Sekolah sebuah SMK Kesehatan di Wonosari terus berlanjut. Saat ini, D resmi ditetapkan oleh sebagai oleh tersangka oleh penyidik dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Gunungkidul. Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, untuk D polisi belum melakukan penahanan atas dasar pertimbangan tertentu.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Mustijat Priyambodo membenarkan adanya penaikan status pada kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh D kepada salah satu siswinya. D ditetapkan tersangka setelah petugas mengantongi lebih dari 2 alat bukti yang menunjukan bahwa tersangka telah melakukan tindakan asusila terhadap korban.

“Sudah kita tetapkan sebagai tersangka sejak beberapa waktu lalu,” papar Mustijat, Rabu (23/11/2016) siang.

Ditambahkan Mustijat, Selasa (22/11/2016) kemarin, D kembali diperiksa dengan status sebagai tersangka. Pemeriksaan kemarin merupakan kali kedua D diperiksa. Pemeriksaan pertama dilangsungkan pada Jumat (11/11/2016) lalu. Namun saat itu, D belum dilakukan penetapan sebagai tersangka.

Untuk D sendiri hingga saat ini masih belum dilakukan penahanan. Kepadanya, polisi memberlakukan status wajib lapor.

“Tersangka masih kooperatif dan atas pertimbangan itu kita putuskan belum melakukan penahanan,” papar dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, D dilaporkan oleh salah seorang siswinya Kuncup (bukan nama sebenarnya), warga Playen lantaran telah melakukan pencabulan. Didapat informasi, pencabulan yang dilakukan oleh D sudah terjadi tak hanya sekali dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir. Karena kejadian yang terus berulang tersebut, Kuncup bahkan sampai tidak lagi berani masuk sekolah.

  

Berita Terkait :