Budaya
Bagikan berita :
Jumat, 09 Desember 2016 - 10:02:30 | renna-anggabenta / Sorot Gunungkidul

Rayakan Bersatunya Warga, Ulang Tahun Desa Siraman Diperingati Besar-Besaran

Rayakan Bersatunya Warga, Ulang Tahun Desa Siraman Diperingati Besar-Besaran
Space Iklan
Bupati meninjau batik Selo Siratu yang merupakan batik khas Siraman (Foto by Renna Anggabenta)

Wonosari,(sorotgunungkidul.com)--Peringatan Hari Jadi Desa Siraman yang ke-97 tahun ini benar-benar dirayakan secara berbeda. Jajaran Pemerintahan Desa dan warga masyarakat sepakat untuk merayakan ulang tahun kali ini secara besar-besaran. Pesta ulang tahun bahkan diperingati hingga lebih dari satu minggu. Berbagai lomba hingga nanti ditutup dengan kesenian wayang kulit semalam suntuk dirayakan sejak tanggal 4 Desember 2016 hingga tangal 10 Desember 2016 mendatang. Seperti pada acara pada Kamis (08/12/2016) malam kemarin, panitia menggelar sejumlah lomba seperti lomba toklik, hingga teater kolosal. Ribuan warga masyarakat pun berbondong-bondong menuju lokasi peringatan di Balai Desa Siraman untuk ikut berpartisipasi dalam helatan akbar. Tak heran suasana yang terjadi nampak begitu meriah dengan antusiasme penonton yang begitu besar.

Ketua Panitia Peringatan HUT Siraman ke-97, Suparman mengungkapkan, tahun ini memang berdasarkan kesepakatan seluruh masyarakat, perayaan ulang tahun dirayakan secara besar-besaran. Patut dirayakan secara meriah karena ulang tahun ke-97 ini diyakini merupakan tonggak kebangkitan dari Desa Siraman. Warga dari 6 Padukuhan di Siraman pada tahun ini memutuskan bersatu untuk membangkitkan Desa yang mereka cintai.

“Sebelumnya kita memang adakan rembug desa, dan yang menggembirakan, seluruh perwakilan dari 6 Padukuhan setelah sekian lama akhirnya memutuskan untuk bersatu. Tentu suatu hal yang sangat menggembirakan bagi kami,” urai Suparman ketika ditemui di Balai Desa Siraman, Kamis (08/12/2016) malam.

Diakui Suparman, sebelumnya memang warga masyarakat Desa Siraman seperti berdiri sendiri-sendiri. Untuk Bersih Desa misalnya, masing-masing Padukuhan bahkan mengadakan secara sendiri-sendiri. Tak heran resolusi yang didapat di akhir tahun ini di mana seluruh elemen masyarakat bersatu sangat membahagiakannya. Diputuskan, perayaan ulang tahun sekalian juga dirayakan untuk merayakan persatuan. Dana sebesar 40 juta pun rela digelontorkan oleh pemerintah desa bersama donatur untuk membiayai perayaan ulang tahun.

“Tidak ada masalah, selama masyarakat sepakat bersatu, dana berapapun akan kita carikan,” tukas dia.

Sementara itu, ditemui pada kesempatan yang sama, Lurah Siraman, Damiyo menuturkan bahwa pada peringatan ulang tahun ini, pihaknya juga melaunching batik khas Siraman yang dinamakan Selo Siratu. Nama Siratu sendiri sengaja dipilih lantaran merupakan kependekan dari kata Siraman Bersatu yang memang menjadi tagline dari Pemerintah Desa Siraman pada peringatan tahun ini. Damiyo berharap agar nantinya batik ini bisa berkembang secara baik dan bisa menyaingi batik-batik seperti batik Gedangsari dan batik Tancep yang ebih dahulu eksis.

“Tadi secara resmi juga dilaunching oleh Ibu Bupati,” papar Damiyo sumringah.

Terkait dengan batik Selo Siratu, Damiyo menyatakan bahwa Pemerintah Desa berkomitmen penuh terhadap pengembangan batik ini. Hal ini lantaran Damiyo yakin untuk kesenian batik ini bisa menjadi salah satu potensi besar Desa Siraman. Dengan pemberdayaan masyarakat serta promosi yang baik, ia yakin batik Selo Siratu bisa populer dan menyejahterakan warga masyarakat Desa Siraman.

“Saat ini warga di 3 Padukuhan yakni Siraman 1, Siraman 2 dan Siraman 3 kita berdayakan. Ke depan seiring dengan perkembangannya, semoga bisa seluruh Padukuhan yang bisa diberdayakan dan membuka lapangan kerja baru untuk warga saya,” tutup dia.

 

Berita Terkait :