Pendidikan
Bagikan berita :
Rabu, 14 Desember 2016 - 14:00:44 | tsaniyah-faidah / Sorot Gunungkidul

Aksi Klitih Bikin Gerah, Dinas Ancam Keluarkan Pelajar Yang Terlibat

Aksi Klitih Bikin Gerah, Dinas Ancam Keluarkan Pelajar Yang Terlibat
Space Iklan
ilustrasi by google

Wonosari,(sorotgunungkidul.com)--Aksi klitih semakin sering terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ironisnya, tindak kriminal yang terhitung sangat kejam tersebut justru kebanyakan dilakukan oleh remaja atau anak-anak di bawah umur. Biasanya mereka tergabung dalam geng yang mengatasnamakan solidaritas satu sekolah.

Tentu maraknya aksi kekerasan ini sangat mengkhawatirkan masyarakat. Apalagi, korban dari gerombolan klitih kerap memangsa korban dengan sasaran tak pandang bulu. Bahkan beberapa dari korban mereka sampai meregang nyawa akibat kekerasan yang diterimanya. Peristiwa terakhir terjadi pada Minggu (12/12/2016) lalu saat rombongan pelajar dari SMU Muhammadiyah I Yogyakarta diserbu oleh sekelompok orang bersenjata tajam. Sebanyak 6 orang terluka akibat kejadian itu, dan bahkan 1 orang diantaranya meninggal dunia.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid dibuat gerah. Bagaimana tidak, tindak kriminal yang anarkis ini melibatkan anak-anak usia sekolah. Meski begitu, ia berharap pelajar Gunungkidul tidak ikut terlibat dalam aksi tersebut.

"Cukup meresahkan. Kami berharap anak-anak kami tidak ada yang terlibat. Setahu saya sejauh ini belum ada aksi yang dilakukan anak kami, mudah-mudahan jangan sampai terjadi," terangnya, Rabu (14/12/2016).

Kendati demikian, jika ditemukan pelajar Gunungkidul yang menjadi pelaku klitih, pihaknya tidak segan-segan mengembalikan siswa tersebut ke orangtuanya alias dikeluarkan dari sekolah. Meski begitu, lanjut Bahron, pilihan tersebut merupakan langkah terakhir jika sudah tidak bisa ditangani pihak siapapun.

"Tentu pertama kami lakukan pembinaan dulu dari sekolah maupun keluarga. Jika masih belum sadar atau masih melakukan kejahatan, terpaksa kami kembalikan ke orang tua," jelas dia.

Penanggulangan kasus klitih, kata Bahron, bukan semata-mata dibebankan kepada Dinas Pendidikan dan sekolah, namun menjadi tanggungjawab bersama. Termasuk orangtua, petugas keamanan dan masyarakat. Ia meminta kepada orangtua untuk selalu mengawasi anak-anaknya ketika hendak keluar main atau pergi sekolah.

"Periksa tasnya, apakah mereka membawa benda yang mencurigakan atau tidak. Sebab pengawasan dari orangtua itu yang utama," ucap Bahron.

Berita Terkait :


dava3.jpg
HOT NEWS
meloncell.jpg
rahma jaya.jpg