Ekonomi
Bagikan berita :
Rabu, 14 Desember 2016 - 17:28:27 | fajar-risdiyanta / Sorot Gunungkidul

Penerimaan Pajak Restoran Tak Pernah Maksimal, Pemerintah Terapkan Pajak Online

Penerimaan Pajak Restoran Tak Pernah Maksimal, Pemerintah Terapkan Pajak Online
Space Iklan
ilustrasi by google

Wonosari,(sorotgunungkidul.com)--Seiring berkembangnya pariwisata di Kabupaten Gunungkidul diikuti dengan masuknya investor du bidang kuliner. Sejumlah restoran besar mulai muncul dan beroperasi di Gunungkidul terutama di kawasan wisata. Guna memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak restoran baik rumah makan maupun katering Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pada 2017 berencana menerapkan pajak online di restoran besar.

Pj Sekda Kabupaten Gunungkidul Supartono mengatakan, saat ini, potensi pendapatan dari sektor kuliner memang belum maksimal. Selama ini, pemerintah tidak pernah mengetahui secara pasti perihal jumlah pajak riil yang sebenarnya harus dibayarkan. Hal ini menyebabkan pemungutan pajak hanya mengandalkan kejujuran dari pengusaha.

“Itulah yang selama ini membuat potensi pajak restoran yang sebenarnya besar sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gunungkidul menjadi tidak maksimal,” terang Supartono saat ditemui dalam acara dialog pertumbuhan jasa usaha perizinan, optimalisasi PAD dan sosialisasi amnesty pajak bagi UMKM di Bangsal Sewokoprojo,Rabu (14/12/2016) siang.

Pada tahun 2017 mendatang, pemerintah akan memberlakukan pajak online untuk restoran-restoran khususnya yang berkategori skala besar di Gunungkidul. Dengan ini, maka pemerintah bisa memantau secara langsung jumlah pendapatan dari restoran-restoran tersebut sehingga bisa langsung ditentukan besaran pajak yang harus dibayarkan. Sebagai awal, 10 restoran besar yang dipilih akan diuji cobakan dengan sistem tersebut. Jika nantinya sudah terealisasi dan berjalan dengan baik maka sistem ini akan diberlakukan ke seluruh restoran maupun katering dengan pendapatan besar.

"Pajak restoran pada 2016 ini target murni sejumlah Rp 2.575.000.000, target perubahan sejumlah Rp 3.575.000.000 dan terealisasi sampai Oktober sejumlah Rp 2.865.326.864, jika nantinya program ini terealisasi maka pada target 2017 sebesar Rp 3.700.000.000," urai dia.

Sementara itu Kepala Bidang Pendataan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Gunungkidul Mugiyana menambahkan, jumlah usaha kuliner di Gunungkidul pada tahun 2016 berjumlah 1090 yang terdiri dari 839 rumah makan dan 251 katering. Jumlah tersebut naik cukup signifikan dari tahun 2015 di mana hanya terdapat restoran berjumlah 797 yang terdiri dari 565 rumah makan dan 232 katering. Ia menyebut bahwa penaikan yang cukup signifikan tersebut merupakan efek dari melambungnya bidang pariwisata.

"Penerapan sistem pajak langsung melalui online tersebut memang diharapkan untuk lebih memaksimalkan PAD," katanya.

Berita Terkait :