Olahraga
Bagikan berita :
Minggu, 18 Desember 2016 - 09:17:58 | syarief-ahmad / Sorot Gunungkidul

Timnas Harus Gigit Jari, Warga Banyak yang Kecewa

Timnas Harus Gigit Jari, Warga Banyak yang Kecewa
Space Iklan
Suasana nonton bareng di Taman Kuliner Wonosari (Foto by Syarief Ahmad)

Wonosari, (sorotgunungkidul.com)--Antusiasme warga Gunungkidul dalam mendukung Timnas Indonesia terlihat sangat besar. Terbukti dalam acara nonton bareng yang dilakukan di Taman Kuliner Wonosari pada Sabtu (18/12/2016) malam berlangsung penuh ketegangan. Hasil menang di leg pertama membuat pendukung yakin bahwa Tim Garuda akan menjadi juara. Namun kenyataan pahit membuat penonton kecewa setelah Thailand memastikan diri sebagai pengangkat piala di Piala AFF 2016 setelah melibas Indonesia dengan skor 2-0.

Nonton bareng pertandingan leg kedua final piala AFF di taman kuliner yang mempertemukan Indonesia dengan Thailand di stadion Rajamangala, Bangkok berlangsung menegangkan. Kemenangan di leg pertama nyatanya tidak memuluskan jalan bagi Indonesia untuk manaiki tangga juara. Setelah bermain habis-habisan, pasukan garuda akhirnya harus mengakui kedigdayaan tim berjuluk Gajah Putih tersebut.

Dengan kemenangan dipihak Thailand, untuk kesekian kalinya Indonesia harus gigit jari di partai puncak gelaran paling bergengsi di kawasan ASEAN, dan tentu harus puas pulang dengan menyandang gelar runner-up.

Antok, warga Paliyan yang mengikuti acara nonton bareng mengungkan kekecewaanya saat timnas Indonesia harus kalah dengan timnas thailand.

"Sangat disayangkan, untuk kesekilan kalinya harus menjadi Runner-up" bebernya.

Hal senada juga diungkapkan, Alvian, warga Besari-Siraman yang mengungkapkan kekecewaanya yangmendalam. Menurutnya, timnas Indonesia bermain kurang seriusan dan kurang kompak seperti saat main di partai kandang leg pertama.

"Padahal harapan saya besar, supaya Indonesia bisa menorehkan sejarah dengan menjuarai gelaran AFF ini" ungkap Alvian.

Kedepan, masih menurut Alvian, persepakbolaan Indonesia harus berbenah, supaya lebih baik lagi. Pelatihnya diperbaiki serta kompetisi-kompetisi nasional harus tetap digulirkan dengan profesional.

"Supaya menjaring pemain-pemain terbaik" tandasnya.

 

 

Berita Terkait :


dava3.jpg
HOT NEWS
meloncell.jpg
rahma jaya.jpg