Hukum/Kriminal
Bagikan berita :
Selasa, 20 Desember 2016 - 11:32:46 | syarief-ahmad / Sorot Gunungkidul

Korupsi Prona, Desa Candirejo dan Wiladeg Dibidik Kejari Gunungkidul

Korupsi Prona, Desa Candirejo dan Wiladeg Dibidik Kejari Gunungkidul
Space Iklan
ilustrasi by google

Wonosari, (sorotgunungkidul.com)--Kunjungan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu ke Gunungkidul semakin menegaskan komitmen dan perhatian pemerintah terhadap pensertifikatan tanah. Selama ini, sertifikat tanah banyak dimanfaatkan oleh oknum-oknum guna melakukan pungutan liar. Hal ini tentunya sangat merugikan warga masyarakat. Penindakan terhadap aksi-aksi illegal semacam ini mulai digencarkan oleh aparat penegak hukum.

Pungutan liar dalam pembuatan sertifikat tanah Program Nasional Agraria atau yang biasa di kenal dengan Prona masih menjadi salah satu fokus penyidik dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungkidul. Setelah sebelumnya menjebloskan Kepala Desa dan perangkatnya untuk kasus yang sama, pada saat ini, Kejari sedang melakukan proses penyidikan terkait pungutan liar Prona di 2 desa yakni, Desa Candirejo, Kecamatan Semanu dan Desa Wiladeg, Kecamatan Karangmojo.

Kasi Tindak Pidana Khusus Kejari Gunungkidul, Sihid Inugraha mengatakan, saat ini pihaknya sudah menerjunkan penyidik untuk masuk dan menelusuri dugaan penyelewengan program tersebut.

“Masih terus kita lakukan pendalaman,” tegas Sihid, Selasa (20/12/2016) siang.

Ketika ditanya terkait pengembangan kasusnya saat ini, Sihid mengungkapkan, Desa Candirejo saaat ini statusnya masih dalam proses penyelidikan. Kejaksaan berkomitmen akan terus berupaya mendalami terkait ada atau tidaknya pungutan-pungutan liar yang dilakukan pantia, dalam program nasional sertifikat tanah tersebut.

“Candirejo masih dalam (proses) penyelidikan,” bebernya.

Sementara untuk Desa Wiladeg, Sihid menuturkan, kasusnya sudah masuk tahap penyidikan. Sejauh ini kejaksaan bahkan telah menyita beberapa berkas milik Desa Wiladeg. Kejaksaan mengendus adanya pungutan-pungutan liar yang terindikasi menggelembungkan anggaran dalam program prona tersebut.

“Untuk mendalaminya, beberapa berkas telah kami sita, untuk masalah penetapan tersangka kita masih menunggu perkembangan,” pungkas Sihid.

 

 

Berita Terkait :


dava3.jpg
HOT NEWS
meloncell.jpg
rahma jaya.jpg