Hukum/Kriminal
Bagikan berita :
Rabu, 21 Desember 2016 - 10:47:35 | syarief-ahmad / Sorot Gunungkidul

Buat Proposal Fiktif Datangkan Bantuan, Warga Kepek Ditahan Kejati

Buat Proposal Fiktif Datangkan Bantuan, Warga Kepek Ditahan Kejati
Space Iklan
ilustrasi by google

Wonosari, (sorotgunungkidul.com)--Program bantuan pemerintah sangat rawan untuk disalahgunakan. Ada-ada saja ulah para oknum yang berusaha untuk mengakali regulasi teknis pemberian bantuan demi keuntungan pribadi.

Seperti yang dilakukan oleh M (38) warga Padukuhan Kepek, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari. Ia nekat mengajukan bantuan dengan cara membuat proposal fiktif yang ditujukan kepada Gubernur DIY. Akibat ulahnya tersebut, ia kini harus berurusan dengan hukum.

Modus yang dilakukan M terbilang baru dan cukup profesional. Caranya adalah dengan mengajukan proposal bantuan atas nama kelompok masyarakat  Ngudi Makmur. Kelompok fiktif itu dibuat dengan mencatut nama 12 warga Padukuhan Kepek untuk mendatangkan sejumlah bantuan, yang belakangan diketahui semuanya fiktif. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pencairan bantuan tersebut berupa sejumlah uang sebesar Rp 52 juta.

Sukirno, Dukuh Kepek I yang namanya ikut dicatut dalam proposal bantuan menceritakan, saat ini tersangka M sudah ditahan di kejaksaan Tinggi Yogyakarta. Sidang terakhir dilakukan pada tangga 19 November 2016 dan saat ini sedang menunggu vonis yang rencananya akan dijatuhkan pada akhir Desember 2016 ini.

“Saya sendiri kaget, di proposal itu saya sebagai sekertaris, semuanya ada 11 nama warga sini yang dicatut oleh M. Padahal kelompok itu tidak pernah ada dan warga tidak tahu menahu,” ungkap Sukirno, Rabu (21/12/2016).

Terpisah, kesaksian serupa juga dilontarkan oleh Ngadiman, warga Padukuhan Kepek yang juga ikut dicatut namanya. Dirinya mengaku tidak tahu-menahu dengan permohonan bantuan yang diajukan oleh M, tiba-tiba dirinya mendapat undangan dari Polda DIY sebagai saksi dalam kasus proposal fiktif tersebut.

“Saya sudah memberi kesaksian sama teman-teman yang lain. Ya itu fiktif. Saya di proposal itu sebagai seksi jual beli,” terang Ngadiman.

Ngadiman sendiri sangat menyayangkan dengan kelakukan yang dibuat M dengan cara mencatut nama warga padukuhan Kepek untuk memperkaya diri. Mereka berharap hal serupa tidak terulang lagi dan proses hukum harus tetap berjalan hingga tuntas.

 

Berita Terkait :


dava3.jpg
HOT NEWS
meloncell.jpg
rahma jaya.jpg