Komunitas
Bagikan berita :
Minggu, 25 Desember 2016 - 17:18:00 | redaksi / Sorot Gunungkidul

Reuni SMP Kanisius I Wonosari, Panitia: Mari Kumpul Agar Tak Pikun

Reuni SMP Kanisius I Wonosari, Panitia: Mari Kumpul Agar Tak Pikun
Space Iklan
net

Wonosari,(sorotgunungkidul.com)-- Mengisi liburan akhir tahun 2016, ratusan alumi SMP Kanisius I Wonosari angkatan masuk tahun 1993, atau lulus tahun 1996, akan menggelar acara reuni perdana setelah 20 tahun berpisah karena berbagai kepentingan. Pertemuan menghadirkan salah satu guru aktif bertempat di Rumah Makan Sekar Kusuma Wonosari, Senin (26/12/2016) Pukul 09.30 WIB.

Ketua Panitia Reuni SMP Kanisius Wonosari 93-96, Yoseph Widhi Bintoro Sukma, mengatakan, pertemuan teman sekolah seangkatannya dilaksanakan dalam suasana sederhana, penuh syukur. 

“Makna dari acara ini membangun komunikasi kembali dengan teman 20 tahun lalu. Rasanya jaringan alumni di era digital ini semakin memudahkan untuk kami bisa bertemu lagi,” kata Bintoro, Minggu (25/12).

Pengusaha muda sukses bergerak di bidang produk herbal ternama itu mengatakan, reuni sekolah merupakan kekuatan sumber daya manusia yang dapat dibangun sebagai kekuatan solidaritas dan kepedulian sosial dan merambah kepentingan umum. Tahap awal bertemu diperlukan berbagi pengalamn hidup selama 20 tahun berpisah. Rata-rata peserta reuni angkatan kami umurnya 35, 36, 37 tahun dan berbagai ragam profesi dan pekerjaan.

“Semakin beragam latar belakang pekerjaan teman-teman akan semakin menjadi kekuatan tersendiri bagi kami,’ tambahnya.

Agustinus Susanto, peserta reuni mengatakan hendak mengikuti reuni yang dipersiapkan sejak tiga bulan lalu karena bertepatan dengan libur natal.

“Liburan natal tidak hanya bisa bertemu dengan keluarga, tapi lebih menyenangkan lagi bisa bertemu teman lama,” ujar pebisnis sukses bidang jasa transportasi di Pulau Bali.

Endah Meylan, wanita karir sukses bidang perbankan ternama mengaku memiliki alasan untuk hadir reuni masa remajanya. Menurutnya, selain merasa kangen berjumpa teman masa remajanya 20 tahun.

“Yang jelas paling utama pertemuan kembali harus menjadi ajang silaturami yang lebih bermakna membangun solidaritas sesama teman,” ungkap karyawan Danamon.

Tidak berbeda dialami, Rita, karyawan swasta di daerah Jawa Barat. Selama ini hanya bisa menyaksikan kemajuan pariwisata Gunungkidul melalui pemberitaan televisi. “Sembari mengantar anak wisata bisa menengok keluarga dan teman SMP,” singkat pekerja bersuami Medan tersebut.

Danang Muji, panitia yang bertugas mempersiapkan berbagai acara membenarkan 20 tahun menjadi pekerjaan yang sulit untuk mengingat kembali nama, wajah dan alamat teman-teman lulusan 1996 SMP tertua di Gunungkidul di Desa Baleharjo.

“Banyak yang sudah pikun. Tapi kami yakin acara kumpul teman masa remaja ini bagian dari mengatasi pikun itu sendiri dan mengatasi kepenatan ditengah kesibukan bekerja,” pungkas Danang.

Berita Terkait :