Peristiwa
Bagikan berita :
Sabtu, 31 Desember 2016 - 12:28:49 | fajar-risdiyanta / Sorot Gunungkidul

Cek Cok Berdarah, Surahmin Luka Parah Ditusuk Secara Membabi Buta

Cek Cok Berdarah, Surahmin Luka Parah Ditusuk Secara Membabi Buta
Space Iklan
ilustrasi by google

Wonosari,(sorotgunungkidul.com)-- Surahmin (39) warga Pangkalan Baru, Provinsi Bangka Belitung harus tergolek lemah setelah menjadi korban penyerangan brutal yang dilakukan oleh R (38) warga Padukuhan Rejosari, Desa Serut, Kecamatan Gedangsari. Korban mengalami sejumlah luka tusuk di bagian perut dan punggung. Pelaku sendiri saat ini sudah diamankan oleh petugas gabungan dari Polres Gunungkidul dan Polsek Gedangsari.

Peristiwa penusukan sendiri terjadi pada Senin (20/12/2016) lalu sekira pukul 17.30 WIB. Kejadian bermula saat korban bertandang ke rumah R. Lantaran sudah saling mengenal, mereka pun mengobrol. Selang beberapa waktu kemudian, entah bagaimana, obrolan tersebut berubah menjadi ajang cek cok mulut. Saling hujat pun lalu terjadi antara Surahmin dan R. Pelaku yang emosi lantas mengambil belati dan menghujamkannya ke tubuh korban. Tak hanya sekali, R yang sudah kalap bahkan menghujamkan belati yang dipegangnya berkali-kali ke bagian perut dan punggung korban yang sudah tak berdaya bersimbah darah.

“Beruntung saat itu ada warga yang melerai dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis,” terang Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Mustijat Priyambodo, Sabtu (31/12/2016) siang.


Dilanjutkan Mustijat, selang beberapa hari kemudian, korban melaporkan kejadian penusukan yang dialaminya ke Polsek Gedangsari. Mendapatkan laporan tersebut, polisi segera melakukan penelusuran terkait keberadaan pelaku penusukan. Hingga akhirnya pada tengah pekan lalu, petugas mengendus keberadaan R saat pulang ke rumahnya. Tak mau membuang waktu, aparat gabungan dari Polsek Gedangsari dan Polres Gunungkidul kemudian diterjunkan untuk membekuk R.

“R kita amankan di rumahnya tanpa perlawanan. Saat ini masih terus kita lakukan pemeriksaan intensif," papar Mustijat.

Berita Terkait :