Pendidikan
Bagikan berita :
Senin, 02 Januari 2017 - 12:20:39 | tsaniyah-faidah / Sorot Gunungkidul

Prestasi Pendidikan di Gunungkidul Terus Jeblok, Jadi PR Berat Disdikpora

Prestasi Pendidikan di Gunungkidul Terus Jeblok, Jadi PR Berat Disdikpora
Space Iklan
ilustrasi by google

Wonosari,(sorotgunungkidul.com)--Prestasi Gunungkidul dibilang masih rendah dibanding kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tidak hanya di jenjang Sekolah Menengah Atas dan sederajat tetapi juga jenjang Sekolah Menengah Pertama dan sederajat. Hal ini tentunya menjadi pekerjaan rumah berat bagi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul di tahun 2017 ini.

Hal ini diakui oleh Sekretaris Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid. Permasalahan pendidikan Gunungkidul tidak hanya dari nilai rata-rata siswa tetapi juga keengganannya melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

"Untuk rata-rata keseluruhan, Gunungkidul memang kalah dengan kabupaten dan kota di DIY. Ini diakui masih menjadi permasalahan pendidikan Gunungkidul," katanya, Senin (02/01/2016).

Permasalahan prestasi pelajar Gunungkidul dipengaruhi oleh beberapa kendala, diantaranya yang berasal dari keluarga dan ekonomi. Banyak dari mereka lebih ditekankan untuk bekerja ketimbang mengenyam pendidikan tinggi sehingga mengesampingkan perkembangan pendidikan anaknya. Meski demikian, bukan tidak mungkin beberapa juga karena dari dirinya sendiri.

"Kebanyakan ditemui sama masyarakat pinggiran. Padahal faktor keluarga itu yang sangat menentukan," kata Bahron.

Untuk mengatasi permasalahan ini, peningkatan mutu dan kualitas pendidikan terus dilakukan Disdikpora. Sasarannya pun tidak hanya ditujukkan untuk peserta didik saja melainkan kepada guru pengajar. Sebab, kata Bahron, jika guru juga bisa berperan peningkatan mutu pendidikan dengan meningkatkan kualitasnya.

Berita Terkait :