Wisata
Bagikan berita :
Jumat, 06 Januari 2017 - 12:32:50 | syarief-ahmad / Sorot Gunungkidul

Target Pariwisata Dipatok 24 Miliar, Ini Terobosan Dinas di Tahun 2017

Target Pariwisata Dipatok 24 Miliar, Ini Terobosan Dinas di Tahun 2017
Space Iklan
ilustrasi by google

Wonosari, (sorotgunungkidul.com)--Pendapatan restribusi wisata pada tahun 2017 ini ditetapkan sebesar 24 Miliar. Melihat dari pendapatan yang diraup pada tahun 2016 yang mencapai 24,1 Miliar, jumlah ini bisa dibilang masih cukup terjangkau untuk dicapai.

Namun demikian, melihat dari perkembangan pariwisata yang cukup pesat di Kabupaten Gunungkidul, dengan berbagai pembenahan serta pengembangan, target ini sangat mudah tercapai dan bahkan dilalui.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul, Hari Sukmono menerangkan bahwa target tersebut sudah tertuang pada APBD Gunungkidul 2017. Menurut Hari, tentunya target ini masih bisa berubah sesuai dengan perkembangan yang terjadi.

“Biasanya memang berubah untuk target, dinaikan berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Produk Wisata Dinas Pariwisata Gunungkidul, Supartono mengatakan, pihaknya sudah mempunyai rencana dalam mengembangkan pariwisata di Gunungkidul agar bisa lebih dikenal. Kerja keras dan perencanaan matang sangat dibutuhkan untuk mewujudkan visi dan misi pariwisata Gunungkidul yang nantinya diproyeksikan menjadi salah satu destinasi pariwisata nasional.

Sejumlah masterplan perencanaan pembangunan infrastruktur di Pantai Krakal, Taman Batu, tambahan TIC di Patuk, serta lahan-lahan parkir di berbagai tempat-tempat wisata menjadi sejumlah prioritas Dinas Pariwisata untuk tahun ini.

"Pantai Baron yang kios-kios itu juga nanti akan kita rehab, termasuk teknis cara pengelolaannya. Karena terkadang kita cuma bisa bangun tetapi tidak dikelola secara maksimal," terang Supartono, Jumat (06/01/2017) 

Menambahkan, Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pariwisata Gunungkidul, Nanang mengatakan, selain infrastruktur, penambahan fasilitas maupun wahana juga sedang digidig jajarannya. Selain pembangunan wahana flying fox di Gedangsari, Dinas Pariwisata juga berencana merambah di kawasan wisata Embung Sriten. Sementara untuk agenda realisasi dan pembiayaan, pihaknya sejauh ini masih mempertimbangkan dan berkomunikasi dengan semua pihak.

"Kami sudah bicara sama komunitas paralayang yang menginginkan adanya landasan pacu di Sriten sana. Beberapa kali sudah diuji coba, dan anginnya dinilai stabil. Nanti akan kita siapkan dulu, jika APBD nggak cukup, bisa pakai propinsi ataupun pusat," urai Nanang.

Terobosan lainnya adalah dengan mengantisipasi kecurangan pemungutan retribusi di pintu masuk kawasan Pantai Selatan. Dinas Pariwisata sedang mengkaji untuk merubah sistem manual yang selama ini diterapkan yang dinilai rawan kecurangan.

"Kajiannya e ticketing, harapannya biar seperti masuk pintu tol. Tapi kan sistemnya online, beberapa kendala seperti sinyal juga masih dipertimbangkan," pungkas Nanang.

 

 

Berita Terkait :


dava3.jpg
HOT NEWS
meloncell.jpg
rahma jaya.jpg