Ekonomi
Bagikan berita :
Minggu, 08 Januari 2017 - 02:35:15 | tsaniyah-faidah / Sorot Gunungkidul

Papan Larangan Terpasang, PKL Malah Makin Menjamur di Alun-Alun Wonosari

Papan Larangan Terpasang, PKL Malah Makin Menjamur di Alun-Alun Wonosari
Space Iklan
Para PKL yang menggelar barang dagangannya di trotoar Alun-Alun Wonosari (Foto by Tsaniyah Faidah)

Wonosari,(sorotgunungkidul.com)--Setiap harinya terutama menjelang sore hari, Alun-Alun Wonosari selalu diramaikan warga masyarakat Gunungkidul sebagai lokasi wisata malam mereka. Sebuah hal yang lumrah apabila kemudian ramainya tempat tersebut juga diiringi dengan banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang hendak mengais rezeki.

Namun sayang, para PKL tersebut dengan bebas menempatkan dagangan mereka di trotoar sebelah barat Alun-Alun. Pemandangan menjadi tak lagi elok dengan padatnya penjual serta mempersempit gerak pejalan kaki yang hendak berwisata atau sekedar lewat.

Padahal jika diperhatikan, di trotoar tersebut jelas-jelas sudah ada dua papan peringatan yang bertuliskan dilarang berjualan di trotoar dan badan jalan. Namun para PKL seolah tidak mengindahkan larangan yang ada sehingga dengan bebasnya menjadikan trotoar sebagai lokasi tetap mereka untuk berjualan setiap malam tiba.

Persoalan seperti ini tentu perlu menjadi perhatian Pemkab Gunungkidul dalam menertibkan PKL liar tersebut terutama untuk menjaga keindahan dan kebersihan Alun-Alun. Apalagi lokasinya sangat berdekatan dengan kantor pemerintahan. Jika dibiarkan, dikhawatirkan keberadaan PKL semakin menjamur seperti yang sudah-sudah terjadi.

Salah seorang pedagang bakso bakar yang menempatkan lapaknya di trotoar berdalih, jika sudah lebih dari jam 5 sore keatas trotoar boleh digunakan untuk berjualan. Namun ketika ditanya wartawan sorotgunungkidul.com siapa yang memberikan izin, ia mengaku tidak ada. Hanya keputusan sepihak dari para pedagang yang mengira bahwa trotoar bisa digunakan untuk berjualan mulai sore hari.

"Kalau siang saja nggak bolehnya. Kalau malam boleh, karena kan pegawai pemerintah kalau sore sudah pada pulang," kata pedagang yang enggan disebutkan namanya tersebut saat ditanya alasan berjualan di lokasi terlarang, Sabtu (07/01/2017) malam.

Sementara itu, pedagang lain di lokasi yang sama mengaku tidak pernah terjaring Satpol PP meski berjualan di trotoar setiap malam. Padahal, petugas Satpol PP sering lewat lokasi yang dimaksud namun tidak melakukan tindakan apa-apa.

"Jadi saya pikir ya boleh, orang petugas Satpol PP lewat aja nggak diapa-apain. Kalau jualannya disini siang, baru mungkin diangkut Satpol PP," ujarnya.

Ia mengaku sudah sejak lama berjualan di trotoar Alun-alun Wonosari setiap malam dan selalu di tempat yang sama. Bagi dia, berjualan disana mendapatkan keuntungan yang cukup besar karena selalu ramai setiap malamnya. Ia pun menyadari adanya papan peringatan larangan berjualan di trotoar, namun selama ia berjualan tidak pernah ada razia dari Satpol PP. Sehingga ia dan teman-teman PKL lainnya beranggapan diperbolehkan berjualan di trotoar tersebut.

"Kalau malam boleh karena kan buat tempat wisata. Untungnya lumayan lo, apalagi kalau malam minggu," ucap pedagang tersebut.

Berita Terkait :