Ekonomi
Bagikan berita :
Minggu, 08 Januari 2017 - 12:35:27 | -bambang-wahyu / Sorot Gunungkidul

Enggan Kenal Bank, Mbok Tentrem Pilih Hidup Adem Ayem

Enggan Kenal Bank, Mbok Tentrem Pilih Hidup Adem Ayem
Space Iklan
Mbok Tentrem yang masih bersemangat mencari pakan untuk ternak-ternaknya (Foto by Bambang Wahyu Widayadi)

Patuk,(sorotgunungkidul.com)--Menjalankan usaha di era ekonomi kapitalistik, umumnya hampir setiap warga kategori pengusaha pasti berhubunganan dengan lembaga keuangan baik itu bank pemerintah maupun swasta. Tidak demikian halnya dengan Mbok Tentrem (55), warga Padukuhan Putat I, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Gunungkidul. Dia memilih ekonomi kreatif yang jauh dari rente bank.

Janda beranak dua, yang tidak tamat bangku sekolah dasar ini memegang  prinsip sederhana. Dia berhasil mengentaskan kedua anaknya sampai sekolah lanjutan atas dengan cara menabung, yang menurut ukuran pengusaha modern mungkin dicap sangat kolot.

“Oleh kedua orang tua, saya tidak pernah diajari menabung dalam bentuk uang. Orang desa seperti saya cuma mengenal tabungan dalam bentuk piara ternak kambing,” ujar Mbok Tentrem ketika ditemui pada Minggu (08/01/2017) siang, sepulang dari mencari dedaunan untuk 5 kambing piaraannya.

Modal awal dia mengembangkan ternak kambing menurut pengakuannya hanya berupa semangat. Dia mulai berusaha sekitar tahun 1980-an dengan modal nol rupiah. Kambing betina dia peroleh dari tetangga sebelah dengan cara menggaduh (bagi hasil).

“Karena kemurahan tetangga, sampai hari ini saya berhasil memiliki kambing sendiri. Yang tersisa tinggal 5 ekor, kalau dari awal jumlah keseluruhan tak terhitung. Tidak sampai berkembang banyak, selalu saya jual, guna keperluan pendidikan kedua anak saya,” imbuh Mbok Tentrem.

Ditanya soal kemungkinan pinjam uang melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mbok Tentrem malah balik bertanya, “Nopo niku KUR? kulo ora mudheng, (apa itu KUR, saya tidak paham),” ungkapnya.

Setelah dijelaskan, bahwa KUR itu merupakan  fasilitas yang dikucurkan pemerintah untuk para pengusaha kecil dan menengah yang disalurkan melalui bank, Mbok Tentren malah menggeleng tanda tidak tertarik.

“Piara kambing dengan cara menggaduh, bagi saya lebih adem ayem,” pungkas dia sembari berlalu, karena sinar matahari makin menyengat.

 

 

 

 

Berita Terkait :


dava3.jpg
HOT NEWS
meloncell.jpg
rahma jaya.jpg