Komunitas
Bagikan berita :
Minggu, 08 Januari 2017 - 15:41:15 | tsaniyah-faidah / Sorot Gunungkidul

Natalan PWKRI, Umat Diajak Berhenti Menggunjingkan Kejelekan Orang Lain

Natalan PWKRI, Umat Diajak Berhenti Menggunjingkan Kejelekan Orang Lain
Space Iklan
Suasana perayaan Natal PWKRI Gunungkidul di GOR Siyono (Foto by Tsaniyah Faidah)

Playen,(sorotgunungkidul.com)--Suasana Natal masih terasa di Kabupaten Gunungkidul pada awal 2017 ini. Minggu (08/01/2017) siang, ribuan anggota Persatuan Wanita Katolik Republik Indonesia (PWKRI) DPC Gunungkidul menggelar perayaan Natal di GOR Siyono, Desa Logandeng, Kecamatan Playen.

Dalam perayaan ini, umat Katolik diajak untuk meneladani hidup Kristus Tuhan yaitu saling mengasihi sesama. Tidak seperti kenyataan yang terjadi selama ini di mana masyarakat Indonesia lebih suka menggunjingkan kejelekan orang lain.

“Hampir 90 persen masyarakat Indonesia suka mendengar hal yang jelek. Itu salah satu penyakit orang minder. Makanya karena suka mendengar hal yang jelek, orang-orang jadi lebih suka memberi kabar jelek,” ucap Romo Florentinus Harto Subono saat memberikan khotbah kepada ribuan hadirin.

Oleh karena itu, Romo Florentinus meminta kepada ribuan jemaat yang hadir untuk menjadi bangsa yang maju dengan beralih dari gelap menuju terang. Agar bisa beralih, dimulai dari masing-masing pribadi dengan berhenti memikirkan hal yang jelek mengenai diri sendiri, orang lain dan kondisi bangsa.

“Menjelekkan orang lain bukan yang Allah inginkan. Sebagaimana yang tercantum dalam tema, Hari Ini Telah Lahir Bagimu Juru Selamat Yaitu Kristus Tuhan di Kota Daud, itu ditujukkan untuk semua bangsa termasuk Gunungkidul agar masyarakat selamat dari hal-hal yang tidak Allah suka,” jelas Romo.

Ia melanjutkan, Kabupaten Gunungkidul tidak akan bisa maju jika Bupati dan jajaran pemerintahannya tidak berpikir positif. Begitupun dengan masyarakat Gunungkidul yang harus berpikir positif kepada pemerintahnya. Sehingga, kata Romo, setiap orang harus bisa berpikir positif terhadap apapun, meski untuk merubahnya diakui cukup sulit karena pikiran negatif sudah mengakar dalam diri.

Dalam perayaan Natal ini dihadiri oleh 1060 jemaat dari seluruh Kabupaten Gunungkidul. Dihadiri pula tamu undangan diantaranya Bupati, Muspida, Muspika Kecamatan Playen dan Wonosari, Presidium wanita katolik DPD DIY serta organisasi wanita keagamaan dari Aisiyah, Hindu, Budha dan Kristen.

 

Berita Terkait :


    dava3.jpg
    HOT NEWS
    meloncell.jpg
    rahma jaya.jpg