Wisata
Bagikan berita :
Senin, 09 Januari 2017 - 10:35:30 | tsaniyah-faidah / Sorot Gunungkidul

Asyiknya Berenang di Mata Air Sri Mulih, Blue Lagoonnya Gunungkidul

Asyiknya Berenang di Mata Air Sri Mulih, Blue Lagoonnya Gunungkidul
Space Iklan
wisata alam Mata Air Sri Mulih yang berlokasi di Dusun Wediutah, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu (foto by Tsaniyah Faidah)

Semanu,(sorotgunungkidul.com)--Kabupaten Gunungkidul seolah tidak ada habisnya menawarkan tempat wisata alam baru yang bisa dikunjungi saat hari libur tiba. Tempat wisata baru sangat cocok bagi warga masyarakat yang hendak mencicipi suasana berbeda dan tentunya masih sangat jarang terjamah jejak manusia.

Seperti wisata alam Mata Air Sri Mulih atau warga setempat menyebutnya dengan Kali Ngreneng yang berlokasi di Dusun Wediutah, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu. Kali Ngreneng bukanlah kali biasa, sebab air yang muncul berasal dari sumber mata air yang tertampung menjadi sebuah kolam.

Sumber mata air ini berasal dari celah goa kecil yang berada di samping kolam. Dari dalam goa tersebut mengalir sungai bawah tanah yang masih satu aliran dengan sungai bawah tanah di dalam Goa Bribin. Banyak masyarakat setempat memanfaatkannya untuk mandi dan berenang karena kejernihan airnya. Selain itu, lokasinya yang tersembunyi  pun bisa membuat siapa saja betah berlama-lama bermain air disana.

Orang menyebut, Kali Ngreneng adalah blue lagoonnya Gunungkidul. Sebab warna air pada Kali Ngreneng ini berwarna hijau kebiru-biruan hingga menyerupai telaga biru atau blue lagoon. Tidak kalah cantik dengan blue lagoon lain di Sleman, sebab tempat wisata ini masih sangat alami lantaran masih jarang dijamah oleh tangan-tangan wisatawan.

“Airnya benar-benar segar karena langsung dari mata air dan sangat menyatu dengan alam,” ungkap Hari, dari Komunitas Fotografi Gunungkidul saat melakukan hunting foto, Senin (09/01/2017).

Keberadaan Kali Ngreneng rupanya tak luput dari sejarah panjang. Konon diceritakan, terbentuknya Kali Ngreneng diawali sejak zaman para wali, dimana salah satu wali, Sunan Kalijaga hendak mengeluarkan air dari dalam bumi. Sunan Kalijaga kemudian duduk di lokasi Kali Ngreneng, kemudian setelah beberapa saat muncul sumber mata air murni dari dalam tanah.

Cukup mudah arah yang ditempuh bagi wisatawan apabila hendak mencicipi blue lagoonnya Gunungkidul. Meski arahnya mudah, namun akses yang dilalui cukup sulit terutama jika telah lepas jalan aspal. Disarankan untuk menggunakan kendaraan roda dua karena jalan berupa cor blok yang sempit dan tak ada lahan parkir yang disediakan.

Apabila wisatawan berangkat dari arah Kota Yogyakarta, rute untuk menuju Kali Ngreneng melewati Jalan Wonosari menuju Kota Wonosari. Sesampainya disana, arahkan kendaraan menuju Kecamatan Semanu hingga menemui perempatan lampu merah pertama.

Kemudian pilih jalan ke arah Polsek Semanu, lurus terus ikuti jalan. Sesampainya di jalan ini, wisatawan disarankan untuk melaju pelan karena harus menemukan sebuah masjid di pinggir kanan jalan. Jika sudah ketemu, belok ke kiri melintasi jalan kecil dan masuk pemukiman warga. Abaikan jalan bercabang, karena wisatawan hanya perlu berjalan lurus meski aspal sudah habis dan menemui cor blok.

Tetap ikuti jalan dan berhati-hati karena jalan semakin menyempit. Wisatawan akan menemui jalan menanjak yang cukup terjal kemudian langsung menurun. Setelah jalan turun akan ada jalan bercabang, wisatawan ambil jalan ke kanan. Setibanya disana, baru ditemui papan penunjuk ke arah Kali Ngreneng. Tak jauh, jika ditemui papan bertuliskan selamat datang di Kali Ngreneng, berarti sudah sampai.

Jangan kaget jika dari papan tersebut tidak terlihat Kali Ngreneng. Sebab lokasinya berada di bawah atau dalam lembah yang diapit tebing karst. Untuk sampai kesana, tinggalkan motor di pinggir jalan sebab belum ada parkir yang tersedia. Sebelum ditinggalkan, pastikan bahwa kendaraan terkunci aman.

Pengunjung harus menuruni bukit karst melalui bebatuan yang cukup sulit, sebab belum dibuat jalan khusus agar lebih mudah sampai ke dasar. Di musim hujan seperti ini, disarankan untuk lebih berhati-hati karena jalan batu ditutupi tanah becek yang cukup tebal sehingga sangat licin. Tentu kondisi jalan seperti ini sangat cocok bagi wisatawan yang gemar melakukan perjalanan ekstrem.

Meski jalannya sedikit menyeramkan, namun pengunjung akan langsung terpukau melihat birunya kolam pemandian. Tidak perlu takut untuk berenang karena kolam tersebut memiliki kedalaman kurang lebih dua meter pada bagian tengah dan dangkal di bagian tepi.

Belum ada tarif yang dipatok untuk menikmati kesegaran mata air Sri Mulih ini, baik tiket masuk maupun parkir. Pengunjung dengan bebas berkunjung ke tempat ini apalagi masih sangat sepi dari kunjungan orang. Perjalanan yang melelahkan dan bersusah payah untuk sampai ke dalam lembah akan terbayar saat menyatukan badan dengan kesegaran air biru sambil memanjakan mata dengan pemandangan alami yang sangat indah.

“Kalau hujan lagi turun sebaiknya diurungkan dulu main ke Kali Ngreneng karena rawan tanah longsor dan kalau hujannya deras air kali meluap sampai jalan,” saran salah seorang warga setempat, Suradi.

 

Berita Terkait :