Hukum/Kriminal
Bagikan berita :
Selasa, 10 Januari 2017 - 01:13:42 | fajar-risdiyanta / Sorot Gunungkidul

Baru Berusia Belia, Bandar Pil Ini Sudah jadi Resedivis

Baru Berusia Belia, Bandar Pil Ini Sudah jadi Resedivis
Space Iklan
Fr sesaat setelah dibekuk polisi (Foto by Fajar Risdiyanto)

Wonosari,(sorotgunungkidul.com)--Meski masih berusia cukup belia, namun sepak terjang FR (21) warga Gedangan, Kecamatan Karangmojo di dunia peredaran narkoba bisa dibilang cukup kawakan. Pemuda tanggung ini diketahui sudah 2 kali tertangkap polisi untuk kasus yang sama.

Fr sendiri merupakan pengedar pil jenis psykotropika yang dibekuk Satuan Reserse Narkoba Polres Gunungkidul pada malam pergantian tahun baru lalu. Hingga saat ini, pelaku masih terus diperiksa di Mapolres Gunungkidul untuk mengungkap peredaran pil haram tersebut di wilayah Gunungkidul.

Kasat Res Narkoba Polres Gunungkidul, AKP I Kadek Dwi membenarkan bahwa pelaku sebelumnya pernah ditangkap untuk kasus peredaran nakoba. Diterangkan Kadek, saat pertama kali tertangkap beberapa waktu lalu, Fr bahkan masih berusia di bawah umur.

“Memang cukup memprihatinkan bahwa dalam usia yang masih belia, pelaku sudah 2 kali tertangkap,” papar Kadek, Senin (09/01/2017) malam.

Dalam pemeriksaan, FR mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari wilayah Jawa tengah. Sasaran pemakainya adalah para remaja-remaja tanggung di sekitaran wilayah Gunungkidul.

"Dari 3 jenis pil yakni untuk Reklona dijual dengan harga Rp 40 ribu, Alpazolam Rp 20 ribu dan Trihexpinidyl Rp 5 ribu,"papar Kadek, Selasa (10/01/2016)

Dia menambahkan, setelah sempat terjerat kasus yang sama pada beberapa tahun lalu pelaku mengaku mengedarkan barang haram tersebut selama setahun, selain itu keuntungan dari hasil mengedarkannya dipergunakan untuk foya-foya. Lanjut Kadek pengguna dari 3 jenis pil tersebut sangatlah buruk selain mengandung candu efek kerusakan pada organ tubuh seperti syaraf akan dirasakan pemakai dalam jangka waktu tetentu.

"Memang sasaran pemakainya adalah para remaja, kasus ini akan terus kita kembangan dan tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain. Kami himbau kepada seluruh orang tua agar lebih mengawasi anaknya didalam lingkungan maupun pergaulannya. Hal tersebut wajib dilakukan untuk mencegah agar tidak terjerumus ke sesuatu yang berdampak negatif," tandasnya.

Berita Terkait :


dava3.jpg
HOT NEWS
meloncell.jpg
rahma jaya.jpg