Hukum/Kriminal
Bagikan berita :
Selasa, 10 Januari 2017 - 17:28:58 | fajar-risdiyanta / Sorot Gunungkidul

Didakwa Pasal Pembunuhan Berencana, Pembunuh Bu Guru Terancam Hukuman Berat

Didakwa Pasal Pembunuhan Berencana, Pembunuh Bu Guru Terancam Hukuman Berat
Space Iklan
ilustrasi by google

Wonosari,(sorotgunungkidul.com)--Masih ingatkah dengan kasus pembunuhan yang menimpa Nanik Widyawati (50) warga Candirejo, Klaten, Jawa Tengah yang ditemukan dalam keadaan tak bernyawa dengan kondisi terbakar di Tahura Gading beberapa waktu lalu? Saat ini kasus pembunuhan tersebut sudah masuk ke tahap persidangan.

Pada Selasa (10/01/2017) siang, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Wonosari menggelar persidangan kasus tersebut dengan terdakwa S (48) warga Wedi, Klaten, Jawa Tengah. Hadir dalam persidangan ini, keluarga korban yang tampak gemas dengan S.

Sidang yang dipimpin oleh Sutikna dan dua hakim anggota Agung Budi Setiawan serta Agung Sulis tersebut beragendakan mendengar keterangan saksi. Salah satu saksi yang dihadirkan merupakan anak korban. Dalam keterangan yang didapat dari para saksi, terungkap fakta bahwa memang antara terdakwa dan keluarga korban sudah saling mengenal.

"S sering langganan beli ayam goreng di tempat saya, helm yang dipakainya merupakan helm yang dipinjam dari saya,"ujar salah satu saksi yang memberikan keterangan, Selasa siang.

Diketahui helm berwarna pink tersebut merupakan helm yang dipakai oleh terdakwa saat melakukan aksinya membunuh Nanik di komplek Hutan Tahura Gading 5, Kecamatan Playen.

Untuk diketahui, pada  sidang pertama beberapa waktu lalu, Jaksa Penuntut Umum menjerat S dengan pasal berlapis, yakni pasal 340 UU KUHP tentang pembunuhan berencana dan
Pasal 365 ayat 3 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan mengakibatkan orang meninggal dunia. Jeratan pasal 340 ini bisa dianggap merupakan mimpi buruk bagi terdakwa mengingat ancaman hukuman maksimalnya yakni pidana seumur hidup ataupun hukuman mati.

Keluarga korban pun saat ikut datang menyaksikan persidangkan tersebut berharap agar terdakwa diproses hukum sesuai dengan perbuatannya.

"Kami berharap pelaku dihukum seberat-beratnya, minimal seumur hidup," ujar Doel, suami korban.

Berita Terkait :


dava3.jpg
HOT NEWS
meloncell.jpg
rahma jaya.jpg