Pendidikan
Bagikan berita :
Rabu, 11 Januari 2017 - 18:41:59 | renna-anggabenta / Sorot Gunungkidul

Mengagumkan, Para Pelajar Belia Ini Berhasil Ciptakan Motor Tertib Lalu Lintas

Mengagumkan, Para Pelajar Belia Ini Berhasil Ciptakan Motor Tertib Lalu Lintas
Space Iklan
Para pelajar SMKN I Ngawen saat menunjukkan cara kerja alat sensor ciptaan mereka (Foto by Renna Anggabenta)

Ngawen,(sorotgunungkidul.com)--Satu lagi karya warga Gunungkidul yang patut dibanggakan. Guru dan siswa SMK N 1 Ngawen menciptakan alat tertib lalu lintas yang diberi nama safety riding Kit S2-HK berbasis mikrokontroler arduino nano..

Meski perangkatnya sederhana fungsi alat ini cukup unik, di mana saat kita ingin menggunakan kendaraan maka harus menempelkan SIM dan STNK di body motor. Tak hanya itu, motor juga tidak bisa berfungsi jika sang pengendara tak menggunakan helm dengan tali terpasang. 

Guru pendamping dari SMK N 1 Ngawen, Heru Raharjo menyampaikan, alat ini terdiri dari 3 komponen, yakni reader untuk membaca SIM dan STNK yang sudah ditambah kartu pengaman. Kemudian sensor helm dan prosesor untuk mengolah data ketiga komponen tersebut sehingga kendaraan bisa berfungsi.

"Jadi untuk bisa menggunakan motor harus lengkap semua peralatan baik surat-surat maupun perangkat keselamatan," beber Heru, Rabu (11/01/2017) siang.

Dipaparkan Heru, untuk bisa memiliki alat tertib lalu lintas ini, peminat harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Sekitar 800 ribu rupiah harus digelontorkan untuk bisa memasangkan perangkat ini ke sepeda motor mereka.

“Tapi jika diproduksi massal saya yakin biaya produksi akan jauh berkurang. Sementara ini kami sudah mendaftarkan karya ini untuk dipatenkan di Kemenkumham,” lanjut dia.

Salah seorang siswa yang ikut mengembangkan alat ini, Taufik Kalfin Ashari (16) menyampaikan, ide awal dari pembuatan alat tertib lalu lintas ini berawal dari keprihatinan para siswa dan guru yang melihat kenyataan banyaknya siswa SMKN I Ngawen yang terlibat kecelakaan. Tak jarang, kecelakaan tersebut berakibat fatal dan mengakibatkan luka berat dan bahkan meninggal dunia.

Bersama guru pembimbing mereka lantas berusaha mengembangkan alat pengaman bagi pengendara yang mewajibkan pemilik kendaraan membawa SIM, STNK dan helm saat akan berkendara.

“Setelah beberapa waktu akhirnya ide ini bisa kami wujudkan dan hingga saat ini berfungsi dengan baik,” ucap dia.

Berita Terkait :