Pemerintahan
Bagikan berita :
Kamis, 12 Januari 2017 - 01:03:27 | fajar-risdiyanta / Sorot Gunungkidul

Siap-Siap, Belasan Titik di Kawasan Kota Bakal Dibangun Taman

Siap-Siap, Belasan Titik di Kawasan Kota Bakal Dibangun Taman
Space Iklan
Taman Kota ilustrasi (Foto doc.sorot)

Wonosari,(sorotgunungkidul.com)--Di beberapa kota besar di Indonesia, ruang terbuka hijau maupun taman kota menjadi salah satu prioritas pembangunan. Tak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota, ruang terbuka hijau dan taman ini juga memperindah tata kota dan juga memberikan ruang kepada warga masyarakat untuk menikmati suasana asri yang penuh dengan pepohonan.

Tak mau ketinggalan, pada tahun 2017 ini beberapa wilayah kota Wonosari serta 2 titik kawasan pantai selatan bakal dibangun taman hijau dengan ditanami berbagai macam tanaman. Guna merealisasikan rencana ini, Pemkab Gunungkidul telah menyiapkan anggaran yang mencapai miliaran rupiah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul, Khairudin menjelaskan, ada sekitar 12 titik yang nantinya akan dibangun taman. Diantaranya yang akan dibangun adalah di area Tugu Batas Kota, Desa Logandeng, Kecamatan Playen; pusat Kota Wonosari; kawasan Patung Sapi, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari. Hal tersebut dilakukan selain untuk memperindah kawasan kota juga bertujuan untuk menarik wisatawan yang datang ke Kabupaten Gunungkidul agar semakin betah tinggal ke Gunungkidul.

"Memang banyak sekali fungsinya, untuk itulah kita merencanakan hal tersebut," paparnya kepada sorotgunungkidul.com, Rabu (11/01/2017) petang.

Selain di kawasan kota, Dinas anyar tersebut juga berencana untuk menghijaukan beberapa 2 titik di kawasan pantai selatan yakni Pantai Krakal dan Sepanjang. Penghijauan tersebut merupakan sesuatu program yang sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan di kawasan bibir pantai. Kondisi pantai selatan di beberapa titik memang cukup rawan terjadinya abrasi. Hal tersebut bisa terjadi mengingat tanaman pandan laut sudah habis dibabat dan pada lokasi tersebut didirikan bangunan semi permanen untuk kegiatan berdagang.

"Anggaran untuk program tersebut diambilkan dari APBD sejumlah 2 M, saat ini masih tahap perencanaan namun kita target tahun 2017 ini bisa terealisasi," urainya.

Berita Terkait :