Pendidikan
Bagikan berita :
Kamis, 12 Januari 2017 - 01:21:44 | tsaniyah-faidah / Sorot Gunungkidul

UN Tak Lagi Jadi Dasar Kelulusan Siswa, Sekolah Jadi Penentu

UN Tak Lagi Jadi Dasar Kelulusan Siswa, Sekolah Jadi Penentu
Space Iklan
Ilustrasi lembar jawaban ujian nasional (ilustrasi by net)

Wonosari,(sorotgunungkidul.com)--Kejelasan pemerintah pusat dalam hal pelaksanaan Ujian Nasional (UN) disambut antusias oleh Dinas Pendidikan Gunungkidul. Sebelumnya memang sempat bergulir berbagai macam wacana mengenai penghapusan UN yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi.

Pada tahun 2017 ini, Program Kemendikbud tentang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau disebut juga Computer Based Test (CBT) diputuskan masih akan diterapkan. Sistem tersebut diberlakukan untuk sekolah negeri maupun swasta, baik tingkat SMP dan SMA sederajat. Hal yang berbeda pada tahun ini, UN nantinya tidak akan menjadi syarat utama kelulusan. Dalam hal kelulusan, nantinya akan ditentukan secara langsung oleh pihak sekolah masing-masing.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Bahron Rasyid mengatakan, optimis jika sistem tersebut diterapkan di semua sekolah. Pasalnya UNBK dinilai lebih efisien dan siswa lebih santai mengerjakan ujian.

"Gunungkidul siap menjalankan ujian nasional dengan sistem CBT," katanya, Rabu (11/01/2017).

Mengingat isu terkait penghapusan UN yang sempat menjadi polemik, Bahron mengatakan kali ini UN tidak dijadikan sebagai acuan kelulusan. Penentuan kelulusan siswa akan diserahkan kepada sekolah masing-masing. Sehingga nilai rapor dan perilaku siswa sehari-hari bisa menolong kelulusan siswa yang nilainya berada di bawah rata-rata.

Seperti yang tercantum di dalam Permendikbud No 44/2014 tentang Ujian Nasional, bahwa UN tidak lagi menentukan kelulusan. UN 2017 hanya hanya dijadikan sebagai pemetaan pemerataan kualitas pendidikan nasional. Selain itu UN diperlukan untuk mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan.

"UN juga digunakan sebagai pertimbangan siswa dalam melanjutkan jenjang pendidikan ke yang lebih tinggi, khususnya siswa SMP," imbuh Bahron.

Berita Terkait :


dava3.jpg
HOT NEWS
meloncell.jpg
rahma jaya.jpg