Peristiwa
Bagikan berita :
Selasa, 31 Januari 2017 - 17:52:01 | tsaniyah-faidah / Sorot Gunungkidul

Panitia Tak Transparan, Penerimaan Pegawai Kontrak Dinas Kebudayaan Dituding Janggal

Panitia Tak Transparan, Penerimaan Pegawai Kontrak Dinas Kebudayaan Dituding Janggal
Space Iklan
ilustrasi by google

Wonosari,(sorotgunungkidul.com)--Seleksi penerimaan pegawai kontrak di Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul dituding oleh peserta tes sarat kejanggalan. Pegawai yang rencananya akan ditempatkan sebagai tenaga kerja ahli pratama baru untuk pengelolaan dana keistimewaan urusan kebudayaan tahun anggaran 2017 tersebut dalam prosesnya dinilai tidak transparan. Selain itu, hal lain yang dikeluhkan peserta adalah banyaknya warga luar Gunungkidul yang justru diterima dalam proses penerimaan.

Salah seorang pelamar, Roni merasa adanya ketidaktransparanan pada pengumuman peserta yang lolos. Dari sebanyak 7 orang yang dinyatakan lolos, dalam pengumumannya tidak disertai dengan nilai tes. Hal ini dirasa Roni ada kejanggalan seolah publik serta peserta tidak diperbolehkan untuk mengetahui perolehan hasil nilai dan membandingkan dengan berapa yang telah didapatkannya.

"Menurut saya seharusnya bukti nilai disertakan biar transparan. Jadi masyarakat tidak menilai yang tidak-tidak," katanya, Selasa (31/01/2017).

Roni mempertanyakan apakah mereka yang lolos memang benar lolos tes atau tidak, karena bukti transparan nilainya tidak ada. Ia khawatir ada semacam peserta titipan sehingga nilai tes tidak dilampirkan.

"Saya sendiri menyadari saya memang pantas tidak lolos. Namun hanya mempertanyakan ketransparanannya saja, walaupun itu kewenangan dari pihak penyelenggara," keluh Roni.

Tidak hanya itu, ia juga mengeluhkan domisili peserta yang lolos banyak yang berasal dari luar Gunungkidul. Padahal, katanya, dalam persyaratan dicantumkan domisili diutamakan berasal dari Kabupaten Gunungkidul.

"Bukan melampiaskan kekesalan karena tidak lolos. Tapi hanya butuh supaya Dinas bersifat transparan. Ketika Dinas Kebudayaan berdiri sendiri, ternyata pimpinannya punya kebijakan lain," keluh dia.

Berita Terkait :