Pemerintahan
Bagikan berita :
Rabu, 01 Februari 2017 - 17:07:12 | tsaniyah-faidah / Sorot Gunungkidul

Tes Penerimaan Tenaga Kontrak Dinas Kebudayaan Dituding Tak Transparan, Ini Penjelasan Dinas

Tes Penerimaan Tenaga Kontrak Dinas Kebudayaan Dituding Tak Transparan, Ini Penjelasan Dinas
Space Iklan
ilustrasi by google

Wonosari,(sorotgunungkidul.com)--Perekrutan tenaga kerja ahli pratama pengelolaan dana keistimewaan urusan kebudayaan di Dinas Kebudayaan yang sempat dikeluhkan peserta akhirnya ditanggapi oleh Dinas Kebudayaan Gunungkidul.

Dinas Kebudayaan menampik adanya ketidaktransparanan dalam proses perekrutan. Pasalnya tiap-tiap prosedur, baik berita acara hingga pengumuman disampaikan secara terbuka kepada publik.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, Siti Isnaini Dekoningrum Nurhandayani menyatakan bahwa dalam proses perekrutan yang dilakukan jajarannya adalah sangat transparan. Bahkan ia meyakinkan bahwa hasil yang telah diumumkan bisa dipertanggungjawabkan.

"Meski hasil keputusan tidak bisa diganggu gugat, saya menerima siapa saja yang komplain. Tapi hasil dari perekrutan kami, bisa dipertanggungjawabkan. Kalau curang, saya takut sama Allah karena ini menyangkut orang banyak," tandasnya, Rabu (01/02/2017).

Terkait tudingan perihal bukti nilai tes yang tidak dicantumkan dalam pengumuman peserta lolos, Siti berdalih nilai tes memang tidak berupa angka sehingga tidak bisa ditampilkan. Sebab, tes seperti psikologi dan wawancara tidak bisa dinilai dengan angka. Melainkan dilihat dari kepribadian peserta dan kelihaian dalam menjawab pertanyaan yang dilontarkan. Hasil tes berupa komputer, psikologi dan wawancara diakumulasikan hingga direkomendasi menjadi calon tenaga kerja ahli pratama.

"Mereka yang lolos tes psikologi masuk ke 3 kategori direkomendasikan, bisa direkomendasikan atau tidak direkomendasikan. Rekomendasi dan bisa direkomendasi akan disandingkan dengan tes komputer dan disandingkan lagi dengan wawancara. Siapa yang terbaik, berarti dia yang lolos," kata dia.

Siti juga memprotes terkait tudingan lain yang mengatakan adanya kecurangan lantaran beberapa peserta lolos merupakan warga luar Gunungkidul. Padahal dalam persyaratan telah disebutkan lebih mengutamakan warga Gunungkidul sebagai pegawai kontrak di Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul.

"Yang perlu dipahami, syaratnya itu warga yang berdomisili di DIY, diutamakan Gunungkidul. Kalau dalam tes ternyata lebih bagus warga luar Gunungkidul ya lebih kita terima. Asalkan masih di lingkup DIY," jelas Siti.

Diketahui, dari 111 peserta yang mendaftar, 34 diantaranya lolos seleksi administrasi. Kemudian dari 34 tersebut, ada 11 orang direkomendasikan hingga tersisa 7 peserta yang dinyatakan lolos dan siap bekerja per 1 Januari hingga Desember 2017. Adapun dari 7 peserta yang lolos, 4 orang adalah warga ber-KTP Gunungkidul dan sisanya luar Gunungkidul.

Berita Terkait :