Sosial
Bagikan berita :
Sabtu, 04 Februari 2017 - 07:12:06 | renna-anggabenta / Sorot Gunungkidul

Pemerintah Lamban, Gunungkidul Darurat Gantung Diri

Pemerintah Lamban, Gunungkidul Darurat Gantung Diri
Space Iklan
ilustrasi by google

Wonosari,(sorotgunungkidul.com)--Desakan kepada pemerintah untuk mengambil langkah cepat guna mengantisipasi kejadian gantung diri di Gunungkidul semakin gencar diutarakan oleh berbagai pihak. Setelah Ketua DPRD, Suharno mengecam keras lambannya pemerintah dalam mengambil tindakan, hal yang sama juga diutarakan oleh aktifis.

Aktifis LSM Jejaring Rakyat Mandiri (Jerami), Rino Caroko menyuarakan bahwa saat ini Gunungkidul sudah darurat gantung diri. Jika pemerintah masih bersikap pasif seperti sekarang ini, Rino khawatir bahwa kejadian serupa akan semakin marak.

“Angka gantung diri yang semakin tinggi sudah seharusnya menjadi bahan evaluasi pemerintah, jangan hanya terkesan pasrah seperti sekarang ini,” ketus Rino, Jumat (03/02/2017).

Meski demikian, Rino mengakui bahwa upaya antisipasi gantung diri ini memang tidak simple. Butuh beberapa aspek yang dibangun pemerintah serta pelibatan menyeluruh dari berbagai pihak. Menurut dia, yang dibutuhkan bukan hanya gebrakan semata, namun juga konsistensi dalam melakukan pemetaan, pendekatan hingga pendampingan kepada masyarakat yang berpotensi mengalami depresi hingga kemudian melakukan tindakan nekat.

Berdasarkan pengamatannya, motif dari tindakan gantung diri di Gunungkidul sebenarnya masih berkutat diantara motif asmara, ekonomi dan kesehatan. Pendekatan serta perhatian terkait psikologis masyarakat dan pemecahan masalah tentunya membutuhkan penanganan yang intensif.

“Perlu adanya personel khusus yang secara konsisten terjun langsung di masyarakat,” ujar dia.

Penanganan yang intens dan konsisten bisa dilakukan dengan melibatkan aparat pemerintahan maupun organisasi kemasyarakatan yang langsung terjun ke masyarakat. Rino yakin saat ini seluruh elemen masyarakat sangat prihatin dengan maraknya kejadian gantung diri. Mereka tak akan keberatan jika nantinya ikut dimintai bantuan pemerintah untuk berperan serta.

“Yang jelas kan ada tindakan nyata dulu dari pemerintah yang konkrit jangan mengawang-awang. Jika memang dibutuhkan, kami siap untuk ikut serta, entah memberikan pelatihan kepada para konselor hingga ikut terjun langsung ke masyarakat,” lanjut dia.

Berita Terkait :