Ekonomi
Bagikan berita :
Rabu, 08 Februari 2017 - 14:33:41 | tsaniyah-faidah / Sorot Gunungkidul

Harga Cabai Makin Tak Terkendali, Lebih Mahal Dari Daging Sapi

Harga Cabai Makin Tak Terkendali, Lebih Mahal Dari Daging Sapi
Space Iklan
ilustrasi by google

Wonosari,(sorotgunungkidul.com)--Harga cabai di pasaran saat ini semakin tak terkendali. Kali ini, harga cabai sudah menembus angka Rp 130 ribu per kilogram. Harga cabai sekarang bahkan lebih mahal daripada harga daging sapi yang sebelumnya menjadi komoditas termahal.

Kenyataan demikian tentu membuat beberapa pihak dibuat bingung dan resah. Harga cabai yang tak kunjung turun membuat para pedagang pesimis harga cabai kembali normal dalam waktu dekat.

Salah seorang pedagang sayuran di Pasar Argosari Wonosari, Sari mengatakan, harga cabai terus merangkak dari waktu ke waktu sejak pergantian tahun 2017 lalu. Diakui, kali ini harga cabai sudah mencapai angka tertinggi sejak kenaikannya kemarin.

"Jadi makin kewalahan saya. Pembeli pusing, pedagang juga ikut pusing," keluhnya, Rabu (08/01/2017).

Selain mengurangi stok cabai yang dijual agar tidak banyak yang tersisa, ia juga terpaksa menambah modal untuk membeli cabai. Bahkan ia sempat berpikir untuk libur menjual cabai rawit merah sementara waktu.

"Tapi nanti kasihan juga pelanggan saya. Meski mahal tapi masih ada yang beli meski hanya sedikit," kata Sari.

Dia mengaku menjual harga setinggi itu tidak mengambil untung banyak. Pasalnya, harga dari kulakan sudah sangat mahal sehingga harga yang dipatok mengikuti harga kulak. Mengingat harga cabai rawit yang terus melonjak, Sari dan juga pedagang lain tidak berani menyetok dalam jumlah banyak.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Surtini mengaku, karena harga cabai rawit yang sudah sangat tinggi, maka dia hanya membeli cabai merah besar untuk sekadar memberi rasa pedas pada masakan bagi keluarganya. Ia sendiri tidak menyangka harga cabai rawit bisa segitu tingginya, sebab ia mengira Rp 120 ribu sudah mentok harga tertinggi.

"Saya kira Rp 120 ribu sudah harga tertinggi karena menyamai harga daging sapi. Eh ternyata masih naik lagi. Terpaksa ganti cabai jenis lain yang penting masih ada pedas-pedasnya," kata dia.

Berita Terkait :