Hukum/Kriminal
Bagikan berita :
Jumat, 10 Februari 2017 - 06:45:37 | fajar-risdiyanta / Sorot Gunungkidul

Ditelantarkan, Mantan Anggota DPRD Gunungkidul Seret Suami ke Meja Hijau

Ditelantarkan, Mantan Anggota DPRD Gunungkidul Seret Suami ke Meja Hijau
Space Iklan
ilustrasi by google

Wonosari,(sorotgunungkidul.com)--Sengketa rumah tangga berujung ke kasus hukum kembali terjadi di Gunungkidul. Setelah beberapa waktu lalu anggota DPRD Gunungkidul, Sumaryanto ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kekerasan dalam rumah tangga, kali ini giliran mantan anggota DPRD Gunungkidul yang menyeret suaminya ke meja hijau untuk kasus yang sama. Rabu (08/02/2017) lalu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Wonosari menyidangkan kasus kekerasan dalam rumah tangga dengan terdakwa A (35) warga Kecamatan Ponjong pada Rabu (08/02/2017) kemarin.

A senidiri dilaporkan ke Mapolda DIY oleh istrinya sendiri yakni Anita Oktaviani (42) warga Kecamatan Karangmojo yang merupakan mantan Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul periode 2009 - 2014 dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yunik Widiyatmi yang menilai terdakwa telah melakukan KDRT menuntut terdakwa dengan hukuman 5 bulan penjara. A dinilai telah melanggar pasal 45 ayat 1 UU RI nomor 23 Tahun 2004 tentang perbuatan kekerasan psikis dalam lingkup rumah tangga.

Dalam persidangan tersebut juga dibeberkan awal mula percekcokan rumah tangga yang sudah tak harmonis lagi. Hal ini berawal saat terdakwa mengelola usaha toko bangunan milik sang istri, namun setelah dikelola terdakwa justru usahanya tidak berjalan lancar dan mempunyai banyak tagihan.

Hal tersebut memicu percekcokan antara terdakwa dengan korban. Kesal lantaran percekcokan demi percekcokan terus terjadi, terdakwa lantas meninggalkan korban begitu saja selama 2 tahun. Tak terima dengan hal itu, Anita lantas melaporkan suaminya tersebut ke Mapolda DIY atas penelantaran tersebut.

Humas PN Wonosari Agung Budi Setiawan menerangkan, sidang lanjutan tentang kasus KDRT tersebut akan dilanjutkan pada minggu depan dengan agenda pledoi atau pembelaan dari terdakwa.

"Setelah terdakwa mengajukan pledoi akan dilanjutkan sidang putusan," urainya ketika ditemui sorotgunungkidul.com Kamis (09/02/2017) kemarin.

Berita Terkait :