Sosial
Bagikan berita :
Kamis, 16 Februari 2017 - 01:16:31 | kelvian-adhi / Sorot Gunungkidul

Terganggu Limbah dan Bau Peternakan Ayam di Pemukiman, Warga Girisekar Bergolak

Terganggu Limbah dan Bau Peternakan Ayam di Pemukiman, Warga Girisekar Bergolak
Space Iklan
Kandang ayam di pemukiman yang dikeluhkan warga (Foto by Kelvian Adhi)

Panggang,(sorotgunungkidul.com)--Warga Padukuhan Waru,Desa Girisekar,Kecamatan Panggang yang selama beberapa tahun ini diresahkan dengan adanya kandang ayam yamg dibangun di sekitar pemukiman mereka mulai bergolak. Warga tampaknya sudah tak lagi bisa menahan kesabaran lantaran sejak 5 tahun terakhir ini selalu diganggu dengan bau tak sedap dari kandang ayam itu. Tak hanya bau tak sedap, warga juga merasa terganggu dengan ribuan lalat yang memadati kandang ayam tersebut dan juga bergerak ke rumah-rumah mereka.

Dikonfirmasi, Dukuh Waru, Hanto Husodo mengatakan, di wilayahnya sempat terdapat 9 kandang ayam yang berdiri. Kandang-kandang tersebut dibangun sangat dekat dengan pemukiman warga. Namun saat ini tinggal 7 kandang yang beroperasi setelah pada tahun 2016 lalu ada 2 kandang yang ditutup.

“Karena memang sangat dekat, hanya sekitar 100 meter dari pemukiman tentunya sangat mengganggu warga masyarakat,” keluh Hanto, Rabu (15/02/2017) siang.

Menurut Hanto, selama ini warga kami sudah sangat tersiksa dengan bau dan lalat yang selama ini mengganggu. Tak hanya tidak nyaman, warga juga khawatir dengan kondisi semacam ini akan mengganggu kesehatan.

Ia menambahkan bahwa keberatan warga sendiri sudah seringkali diutarakan kepada para pemilik kandang.

"Himbauan tersebut hanya berjalan sesaat, justru sekarang ketika pas panen lalatnya begitu banyak," jelasnya.

Keluhan yang sama juga diungkapkan oleh Ketua RT 03, Marjuki . Ia menjelaskan bahwa selama ini, wilayahnya adalah wilayah yang paling terdampak. Sejak sekian lama sengketa ini berlarut-larut. Berkali-kali rapat diadakan untuk membahas permasalahan ini namun tak pernah ada hasil. Bahkan saat ini gangguan yang ada semakin menjadi. Tak hanya bau dan lalat saja, namun limbah kandang ayam sekarang justru masuk ke telaga. Padahal telaga tersebut digunakan warga untuk aktifitas mencuci dan mandi.

" Intinya kami warga Waru meminta pengertian agar peternak bisa memahami keluhan warga dan menghentikan ataupun memindah usahanya," ungkapnya.

Berita Terkait :