Ekonomi
Bagikan berita :
Kamis, 16 Februari 2017 - 11:46:46 | renna-anggabenta / Sorot Gunungkidul

Kapal Nelayan Besar Langgar Aturan Dibiarkan Aparat, Nelayan Tradisional Terancam Bangkrut

Kapal Nelayan Besar Langgar Aturan Dibiarkan Aparat, Nelayan Tradisional Terancam Bangkrut
Space Iklan
Jala penangkap ikan berukuran kecil yang selama ini digunakan para nelayan besar (Foto by Fajar Risdiyanto)

Girisubo,(sorotgunungkidul.com)--Pelarangan penggunaan alat penangkapan ikan (jaring) ukuran di bawah 1,5 inci oleh Pemerintah tidak serta merta ditaati oleh sebagian nelayan. Diduga nelayan yang melanggar aturan dari Menteri Kelautan tentang Perikanan (Permen KP) Nomor 2 tahun 2015 tersebut justru nelayan-nelayan bermodal besar dan menggunakan kapal berbobot 30 Gross Ton (GT). Yang cukup aneh, aktifitas ilegal para nelayan tersebut terkesan hanya dibiarkan saja oleh aparat yang berwenang.

Untuk informasi, penerbitan Permen KP tersebut diberlakukan untuk memelihara keberlangsungan populasi ikan di laut. Penangkapan dengan jaring di bawah 1,5 inch membuat ikan-ikan kecil juga ikut tertangkap sehingga populasi ikan banyak berkurang.

Salah satu nelayan Pantai Sadeng yang mewanti-wanti tak mau disebutkan namanya menerangkan bahwa untuk para nelayan tradisional sudah tidak banyak yang menggunakan jaring di bawah 1,5 inch. Namun saat ini jaring di bawah 1,5 inci tersebut masih digunakan oleh 6 kapal besar Inkamina berbobot 30 GT. Jaring yang digunakan tersebut berukuran 3 per 4 inci dan 5 per 8 inci jenis nilon. Kondisi tersebut selain merusak keberlangsungan perkembangbiakan ikan menurutnya juga berimbas kepada berkurangnya tangkapan ikan jenis kapal berbobot di bawah 20 GT.

"Kapal di bawah 20 GT saja sudah tidak ada yang memakai, karena jaring ukuran tersebut sudah dari dulu dilarang sebenarnya," paparnya, Kamis (16/02/2017).

Ia mengeluhkan bahwa saat ini para nelayan besar itu masih bebas saja beroperasi. Oleh petugas yang berwenang, hal semacam ini hanya dibiarkan saja. Mengenai penggunaan jaring di bawah 1,5 inch oleh nelayan besar sebenarnya sudah sejak lama dicurigai oleh nelayan. Kecurigaan tersebut akhirnya menjadi kenyataan setelah sejumlah nelayan masuk ke kapal besar dan mengambil jaring yang biasa digunakan para nelayan besar.

"Kami yang nelayan kecil malah terkadang dipersulit dan diawasi ketat, malah mereka yang jelas-jelas melanggar dibiarkan saja," keluhnya sembari menunjukan jaring yang sempat diambil tersebut.

Ia menambahkan, jika pelanggaran semacam ini terus menerus dibiarkan, maka para nelayan kecil seperti dirinya akan bangkrut. Karena jika memakai jaring di bawah 1,5 inci maka ikan akan habis tertangkap kapal-kapal yang masih menggunakan jaring tersebut.

"Sebenarnya ini dikeluhkan oleh para nelayan pantai Sadeng sampai pantai Drini karena ikan kecil tak mau minggir, akibatnya tangkapan kami berkurang terus," ucapnya kesal.

Berita Terkait :