Peristiwa
Bagikan berita :
Kamis, 16 Februari 2017 - 17:21:10 | irfan-rully / Sorot Gunungkidul

Nglurug Ngamar Hingga ke Wonogiri, 3 Warga Gunungkidul Dirazia Polisi

Nglurug Ngamar Hingga ke Wonogiri, 3 Warga Gunungkidul Dirazia Polisi
Space Iklan
ilustrasi by google

Pracimantoro,(sorotwonogiri.com)--Sebanyak 3 orang warga Gunungkidul terjaring dalam operasi yang dilakukan Polres Wonogiri. Ironisnya, ketiga orang tersebut, masing-masing adalah T (54) dan E keduanya warga Kecamatan Karangmojo, dan Ny M (29) warga Kecamatan Ponjong tertangkap saat sedang ngamar di losmen di kawasan Wonogiri pada Kamis (16/02/2017) siang. Setelah sempat diamankan dan diberikan pembinaan di Polres Wonogiri, ketiganya kemudian dilepas.

Kasat Sabhara Polres Wonogiri, AKP Agus Syamsudin mengatakan, pada hari Kamis ini, pihaknya merazia 3 losmen yang ada di Kecamatan Wonogiri dan Pracimantoro. Dalam razia ini, 9 pasangan tidak resmi diamankan saat sedang berada di dalam kamar. Razia ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari laporan warga masyarakat yang merasa resah dengan aktifitas para pasangan-pasangan yang ditengarai bukan merupakan pasangan sah yang lalu lalang di sejumlah hotel.

“Saat kita amankan, mereka tidak bisa menunjukan identitas maupun bukti sebagai pasangan yang sah,” terang Agus, Kamis siang. 

Adapun pasangan mesum yang diamankan petugas adalah S (38) warga Kecamatan Eromoko berpasangan dengan S (28) warga Kecamatan Pracimantoro; T (54) dan E keduanya warga Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul; SH (46) warga Rawa Rate, Cakung yang berpasangan dengan M (29) warga Kecamatan Ponjong, Gunungkidul; S (33) dan D (32) keduanya warga Pracimantoro. Kemudian B (45) warga Slogohimo dan Y warga Puhpelem, PS (54) warga Ngijo, Tasikmadu, Karanganyar dan SW (49) warga Sapen, Mojolaban, Karanganyar; BSS (34) dan N (33) keduanya warga Nguter, Sukoharjo; RK (24) warga Nguter, Sukoharjo dan AP (32) warga Warung Muncar, Bandung Kulon dan terakhir RN (22) warga Polokarto yang berpasangan dengan PBR (20) warga Brumbung.

"Kepada yang terjaring sempat kita amankan dan berikan pembinaan sebelum kita lepas," lanjut dia.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Kapolres Wonogiri AKBP Ronald Rumondor melalui Wakapolres Kompol Wawan Purwanto mengatakan bahwa kegiatan operasi pekat semacam ini merupakan agenda rutin jajaran Sat Sabhara Polres Wonogiri yang bertujuan untuk menekan adanya penyakit masyarakat yang disinyalir semakin marak terjadi. 

"Ini kan hasil dari kita sambang warga dan sering mendapatkan laporan semacam ini sehingga kemudian kita tindak lanjuti," ungkapnya.

Ditambahkannya, kegiatan semacam ini merupakan wujud pemberian efek jera kepada para pelanggar norma kemasyarakatan di wilayah Wonogiri. Pihaknya juga merencanakan kedepannya jika memang terbukti mereka masih mengulang kembali maka akan diberikan sanksi tegas.

"Kalau yang sudah masuk ke data kita mengulangi lagi nanti tindak lanjutnya akan kita panggil perangkat desa maupun kecamatan asal pelaku," lanjut dia.

 

Berita Terkait :