Sosial
Bagikan berita :
Jumat, 17 Februari 2017 - 11:33:22 | renna-anggabenta / Sorot Gunungkidul

Persiapan Dilakukan, Tak Lama Lagi Penunggang Motor Sport CC Besar Harus Punya SIM Khusus

Persiapan Dilakukan, Tak Lama Lagi Penunggang Motor Sport CC Besar Harus Punya SIM Khusus
Space Iklan
Motor CC besar yang nantinya akan digunakan untuk uji praktek pemohon SIM C1 (Foto by Renna Anggabenta)

Wonosari,(sorotgunungkidul.com)--Kebijakan pemberlakuan klasifikasi SIM C mulai diberlakukan sejak awal tahun 2017. Kini para penunggang motor sport dengan cc besar, tak cukup hanya mempunyai SIM C biasa saja. Kepada mereka diharuskan untuk memiliki SIM C1 dan ataupun C2 sesuai dengan kapasitas mesin kendaraan mereka.

Baur SIM Satlantas Polres Gunungkidul, Aipda Sugiyanto menerangkan bahwa meski peraturan perihal adanya pengklasifikasian SIM C sudah mulai diberlakukan, namun saat ini pihaknya belum mulai melayani permohonan SIM C1 dan C2. Satlantas Polres Gunungkidul masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari Korlantas Mabes Polri maupun Ditlantas Polda DIY.

“Persiapan masih terus kita lakukan terkait hal tersebut,” papar Sugiyanto kepada sorotgunungkidul.com, Jumat (17/02/2017) siang.

Adapun persiapan yang sudah mulai dilakukan adalah mengenai pengadaan sepeda motor yang nantinya dipergunakan untuk pelaksanaan ujian praktek. Saat ini untuk sepeda motor bermesin 250 cc sudah datang dan siap digunakan. Sedangkan untuk sepeda motor jenis 500 cc diungkapkan Sugiyanto juga akan segera didatangkan.

“Selain itu kita juga membutuhkan sumber daya manusia. Tes motor ber cc besar tentunya sangat berbeda dengan motor biasa. Dalam waktu dekat ini akan diadakan pelatihan untuk tenaga penguji,” lanjut dia.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Samiyono manambahkan bahwa kebijakan semacam ini ditempuh demi keselamatan pengendara. DI Gunungkidul sendiri saat ini sepeda motor ber cc besar, khususnya yang berjenis 250 cc sudah banyak lalu lalang. Jika tanpa regulasi yang jelas, dalam hal ini keterampilan pengendara yang baik, hal ini bisa sangat berbahaya.

“Karena karakteristik motor yang berat dan kecepatan yang tinggi, pengendara motor semacam ini harus dikualifikasikan agar tidak berbahaya bagi pengguna jalan lainnya,” tutup dia.

Berita Terkait :