Sosial
Bagikan berita :
Jumat, 17 Februari 2017 - 17:13:18 | tsaniyah-faidah / Sorot Gunungkidul

Sembilan Belas Ibu Hamil Meninggal Saat Persalinan Dalam 3 Tahun Terakhir

Sembilan Belas Ibu Hamil Meninggal Saat Persalinan Dalam 3 Tahun Terakhir
Space Iklan
ilustrasi by google

Wonosari,(sorotgunungkidul.com)--Masa-masa kehamilan merupakan salah satu moment terpenting sebab pada masa itu terjadi suatu hubungan yang sangat intensif antara ibu dan calon bayinya. Akan tetapi, ibu yang sedang hamil juga memiliki berbagai resiko yang mampu menghilangkan nyawa ibu itu sediri. Dalam hal ini disebut dengan ibu hamil resiko tinggi (bumil risti).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul mencatat, tahun 2016 kemarin Angka Kematian Ibu (AKI) di Gunungkidul ada 4 kasus. Angka tersebut mengalami penurunan dibanding dua tahun sebelumnya. Angka kematian ibu hamil pada tahun 2014 mencapai 8 kasus sedangkan tahun 2015 angka kematian turun 1 menjadi 7 kasus.

"Bumil risti di Gunungkidul cukup rentan. Dari puluhan ribu ibu hamil banyak yang beresiko tinggi, sehingga perlu penanganan lebih lanjut," kata Kepala Dinkes Gunungkidul, Agus Prihastoro, Jumat (17/02/2017).

Ia melanjutkan, kasus bumil risti harus menjadi perhatian semua pihak. Salah satu upaya yang dilakukan adalah agar ibu hamil rajin memeriksakan kandungan ke bidan, puskesmas maupun dokter terdekat. Pasalnya, jika seorang wanita mengalami masalah pada kehamilan yang lalu, maka resiko untuk mengalami hal yang sama pada kehamilan berikutnya akan lebih besar.

Dari berbagai faktor yang seringkali menjadi suatu penyebab utama resiko tinggi adalah usia ibu yang terlalu muda atau tua saat hamil dan memiliki riwayat kelainan saat melakukan persalinan atau pada masa kehamilan. Masalah bumil risti tidak hanya berdampak buruk pada sang ibu saja akan tetapi juga bagi si calon bayi yang dikandungnya.

"Kami akan terus berupaya untuk menekan kematian pada ibu hamil," tutur Agus.

Berita Terkait :